Ketika Orang Gila Bercita-Cita Menjadi Seorang Penulis Buku Terkenal

Ketika Orang Gila Bercita-Cita Menjadi Seorang Penulis Buku Terkenal
Ketika Orang Gila Bercita-Cita Menjadi Seorang Penulis Buku Terkenal
via andumhumor.com


andumhumor.com - Siapapun pasti mempunyai cita-cita yang ingin dicapai dalam hidupnya.
Contoh cita-cita yang umumnya diinginkan seseorang antara lain menjadi dokter, guru, tentara, pilot hingga astronot.

Cita-cita bukan monopoli orang warasa saja, orang gila pun ternyata masih memiliki cita-cita.
Menjadi seorang penulis buku terkenal misalnya.
Yuk simak kisahnya.

Seorang dokter Rumah Sakit Jiwa, sebut saja Dokter Slamet hari itu terlihat sedang mewawancarai salah satu pasiennya, Untung.
Meskipun gila, Untung ini sebenarnya cukup cerdas.

"Tung, kamu kan punya cita-cita jadi penulis buku ya?" tanya Dokter Slamet kepada Untung

"Iya bener dok, aku mau jadi seorang penulis buku yang sangat terkenal." kata Untung sambil ketawa.

"Emang Kamu mau nulis buku apa sih?" tanya Dokter Slamet

"Aku mau nulis buku tentang perjalanan seorang ksatria berkuda yang mengembara keliling dunia dok.." , jawab Untung dengan penuh semangat.

"Hebat banget ya, ceritanya sudah siap dong?", tanya Dokter Slamet lagi.

"Sudah dong Dok. Rencananya buku Saya nanti tebalnya 2000 halaman.. Ceritanya dijamin menegangkan lho..", jawab Untung

"Emang ceritanya gimana sih, ceritain dong.." , kata Dokter Slamet

"Jadi gini Dok, halaman pertama nanti isinya pengenalan tokoh utamanya..
Halaman kedua sampai kelima nanti menceritakan tokoh utama dan keluarganya.." , jawab Untung..

"Terus, selanjutnya?", tanya Dokter Slamet penasaran.

"Halaman enam sampai dua ribu nanti menceritakan perjalanan tokoh utamanya waktu berkeliling dunia dengan kuda dok..", kata Untung.

"Berarti seribu sembilan ratus sembilan puluh empat halaman nanti isinya perjalanan berkeliling dunia..
Pasti menarik..
Perjalanannnya nanti gimana sih?", tanya Dokter Slamet lagi.

"tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk...
tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk...
tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk...
tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk...
tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk...
tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk...
tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk...
tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk... tuktiktaktiktuk...", kata Untung.

[arif/andumhumor.com]