Sampeyan Kira Rogoh-rogoh Itu Gratis ?

Diposting oleh

Yang ini dibaca juga dong


Sampeyan Kira Rogoh-rogoh Itu Gratis ?

Hari ini secara sengaja Bedjo belanja ke warteg seberang jalan, mau beli rujak cingur katanya.
Penjualnya kebetulan ibu-ibu asal Madura yang bertubuh montok, namanya Bu Markonah.

"Buk, rujak satu, berapa?* tanya Bedjo.
"Sepoloh rebu..cak..," jawab Bu Markonah.
"Ya udah Bu,bungkusin satu ya,gak pake lama", kata Bedjo kemudian duduk sambil sebat samsu ketengan

5 menit kemudian rujak pun selesai dibuat kemudian dibungkus.
Bedjo bayar dengan uang Rp 20.000, karena memang gak bawa uang pas.
"Wadoh Cak, tangan saya lagi belepotan bumbu rujak, kembaliannya sampeyan ambil sendiri di sini ya," kata Markonah sambil menunjuk belahan dada atas.

Tanpa ragu-ragu Bedjo langsung merogoh dada Buk Markonah, karena orang Madura memang biasa menaruh segala macem benda di sana
"Nggak ada..Bu."Kata Bedjo sambil nglanjutin ubek-ubek.
"Lebih ke dalam lagi, terus, terus. Ke kanan, ke kiri." jawab Bu markonah sambil keenakan

"Nggak ada Buk.",kata Bedjo
"Ya sudah kalo gitu" kata Buk Markonah.
"Lah terus mana kembalian saya ?" tanya Bedjo bingung.

Buk Markonah dengan enteng berkata, "Ongkos rogoh-rogoh sepoloh rebu Cak, sampeyan kira goh-rogoh nang njero kutang ku gratis ?"

Bedjo hanya garuk-garuk kepala sambil nyengir kemudian pulang dan janji gak bakal nyuci tangannya selama seminggu.
#MaklumJomblo
Kategori Humor : Humor Dewasa
Kamu juga bisa membaca humor sebelumnya : Kenapa Thailand Gudangnya Iklan Berkualitas?


Belum puas juga ketawanya? Berlangganan aja disini..
Youtube Channel | Facebook Fans Page | Google Plus | Instagram | Google Playstore

Email dirahasiakan.



Andum humor,berisi humor-humor dan cerita absurb yang dikumpulkan oleh penulis (dalam hal ini saya), baik dari media online ataupun media offline. Penulis sendiri tidak bisa ngelawak,karena membela kebenaran adalah tugas dari pahlawan bertopeng. Andumhumor Silahkan kirim email untuk update humornya


Email dirahasiakan.
21.37

0 komentar:

Posting Komentar